investasi jangka panjang

Ogah Bangkrut? Berikut Strategi Investasi Jangka Panjang!

Jika Anda ingin hidup sejahtera di masa yang akan datang, usaha yang dilakukan bukan hanya bekerja tapi juga berinvestasi. Anda bisa melakukan investasi dalam jangka waktu yang panjang agar dapat menikmati hasilnya. Oleh karena itu simak strategi yang dilakukan dalam investasi jangka panjang.

Pikirkan Jangka Waktu

Sebelum melakukan investasi, Anda harus lebih dulu memikirkan tentang jangka waktu yang akan diambil. Memang benar bahwa investasi yang Anda lakukan adalah investasi dalam jangka waktu yang panjang. Hanya saja jika Anda tidak menetapkan jangka waktu yang pas seperti 5 tahun, 6 tahun dan sebagainya maka Anda berinvestasi seolah-olah tanpa target. Jadi, pikir dan tentukan jangka waktu investasi Anda secara pasti. 

Anda bisa memulai kegiatan investasi dengan barang misalnya rumah, hunian dan apartemen. Kebanyakan investor barang-barang tersebut memang dapat memetik hasil dalam waktu lama dibandingkan investor barang likuid seperti halnya saham. 

Asal Uang

Niat untuk melakukan investasi memang sangat cerdas, namun sama saja jika Anda tidak memikirkan jalur masuknya uang alias tidak tahu cara mendapatkan uang. Kalau demikian, apa yang harus Anda investasikan? Nah, apabila Anda adalah seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan, maka bukan berarti Anda tidak mampu berinvestasi. Caranya ketika mendapatkan gaji bulanan, sisihkan sedikit bagian dari gaji tersebut untuk dimasukkan ke rekening investasi. 

Meskipun begitu, jangan terlalu dipaksakan. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan hidup terlebih dahulu, jika gaji Anda tersisa maka tabung ke rekening investasi. Pastikan pula Anda tidak terlalu menyiksa diri untuk meraih hasil dari investasi jangka panjang. 

Jangan Serakah

Ceritanya Anda memiliki banyak uang yang nganggur alias tabungan sementara Anda tidak tahu harus melakukan investasi ke perusahaan mana lagi. Hal yang harus dilakukan adalah mengendalikan diri. Anda bisa dinilai serakah jika demikian, ketika uang Anda tersisa setelah melakukan banyak investasi maka itulah saatnya Anda harus berhenti. Mungkin Anda bisa menggunakan uang tersebut untuk memberikan kepada yang membutuhkan jika memang tidak ingin memegang uang lebih. Sejatinya di setiap harta yang kita miliki, ada hak orang lain di dalamnya. Tidak salah jika Anda bersyukur dengan cara membagi berkah rezeki yang telah diperoleh, bukan?

Sekian penjelasan singkat mengenai strategi dalam investasi jangka panjang. Semoga bermanfaat. 

berikut adalah perbedaan reksadana dan saham yang perlu kita ketahui

Apa yang Membedakan Saham dan Reksadana?

Perbedaan reksadana dan saham—Bagi Anda yang gemar melakukan investasi, tentu sudah tidak asing lagi dengan apa yang disebut dengan saham dan apa pengertian reksa dana. Keduanya erat kaitannya dengan proses investasi yang kita lakukan di perusahaan. Proses investasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang kemudian menjadi persamaan dan perbedaan reksadana dan saham. Lalu, apa persamaan dan perbedaan saham dan reksa dana?

Persamaan saham dan reksadana

Baik saham maupun reksadana, keduanya mengajak kita untuk menginvestasikan sebagian dana yang kita miliki agar dana tersebut tidak habis. Investasi ini kita lakukan di perusahaan yang menurut kita aman, memiliki prospek ke depan yang bagus, banyak menampilkan inovasinya, sehingga usaha yang kita jalankan dengan berinvestasi akan mendapatkan profit. Cermat dalam memilih perusahaan tempat kita akan melakukan tanam saham atau reksadana sangatlah penting karena ini berhubungan dengan dana yang kita tanamkan, apakah dalam keadaan aman ataukah sebaiknya. 

Perbedaan reksadana dan saham

Saham

Saham adalah bukti kepemilikan kita atas perusahaan tertentu yang persentasenya sesuai dengan seberapa besar biaya yang kita keluarkan untuk investasi. Dana yang dikeluarkan untuk pembukaan rekening saham setidaknya minimal 5 juta rupiah hingga mencapai angka puluhan juta rupiah. Dana tersebut dikelola secara mandiri oleh pemilik saham sehingga Anda tidak lagi membutuhkan biaya tambahan untuk agen pengelola sebagaimana saat Anda menggunakan atau menanam saham di reksadana. Karena saham dikelola sendiri, profitnya pun dimiliki sendiri oleh pemegang saham, maka secara risiko pun sangat besar, namun ini bisa diatasi dengan cara mencermati perusahaan apa mana yang menawarkan inovasi yang menarik.  

Reksadana

Lain halnya dengan reksa dana,  dana yang dikeluarkan bisa di bilang minim dan bisa dilakukan oleh siapapun termasuk mahasiswa, dana tersebut selanjutnya akan dikelola oleh pihak agen yang ditunjuk dan dibiayai secara langsung oleh anggota reksadana. Risikonya pun tidak sebesar saat Anda menggunakan saham yang sebanding dengan profit yang terbatas dibandingkan dengan saat mengelola saham. 

Reksa dana dalam kenyataannya di bagi menjadi beberapa jenis, di Indonesia, beberapa jenis reksa dana antara lain adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. 

Bagi Anda yang saat ini sedang berusaha untuk menginvestasikan dana yang dimiliki, ada baiknya jika Anda mempertimbangkan secara matang jenis investasi yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Hal penting yang perlu diingat adalah, saat memilih pihak perusahaan yang akan dibeli sahamnya, ada baiknya jika Anda lebih cermat dalam melihat profil perusahaan, lebih mengamati apa saja prospek dan inovasi yang dilakukan untuk memastikan usaha Anda dalam tanam modal ini memberikan profit yang jelas dan besar kepada Anda.